Jaringan komputer
Sistem Penentu Posisi Global (GPS) terdiri dari konstelasi satelit yang mengorbit lebih dari 12.000 mil di atas permukaan bumi, mengirimkan sinyal frekuensi radio ke stasiun bumi yang terdiri dari penerima dan antena.
Ketika sinyal GPS dipancarkan dari satelit ke antena di tanah, sinyal tersebut mengalami degradasi. Penyebabnya dapat berupa refraksi dan penyerapan di atmosfer, pantulan dari pepohonan atau bangunan, atau penindakan sengaja maupun tidak sengaja.
Antenna GPS biasanya terdiri dari rangkaian antena dan amplifier rendah kebisingan (LNA). LNA seringkali berupa chip semikonduktor berbahan gallium arsenide; sangat sensitif terhadap tegangan dan tingkat daya yang rendah dapat merusaknya. Mengukur impedansi atau resistansi pada konektor antena tanpa perlindungan dapat merusak LNA secara permanen.
Antenna GPS tidak dapat diuji secara efektif tanpa terhubung ke penerima. Menghubungkan antena ke analis spektrum saja tidak cukup untuk mendiagnosis masalah. Selalu pastikan antena terhubung ke penerima GPS yang sesuai dan gunakan alat ukur yang tepat untuk memastikan kinerja optimal.
Meskipun GPS (Global Positioning Satellites) dan Loran dihitung secara berbeda, perangkat lunak konversi Andren Loran ke GPS tersedia yang tidak hanya memberi perkiraan koordinat GPS yang sesuai dengan pembacaan Loran, tetapi juga akan meningkatkan akurasi seiring waktu saat membandingkan hasil anta
Jika Anda memiliki radio CB, menyesuaikan antena dengan benar sangat penting untuk melindungi peralatan dan memastikan kualitas sinyal optimal. SWR (Standing Wave Ratio) yang tidak tepat dapat merusak radio, menurunkan kualitas komunikasi, dan membuat Anda tidak dapat mendengar atau didengar. Setela
Antena TV digunakan untuk menerima saluran televisi standar maupun satelit. Untuk mendapatkan kualitas sinyal optimal, posisi antena harus dipilih secara cermat. Walaupun tampak sederhana, proses penempatan antena memerlukan percobaan dan penyesuaian agar sinyal terbaik dapat diperoleh. Langkah 1