Jaringan komputer
Di bidang elektronik, arus listrik dibagi menjadi arus bolak-balik (AC) dan arus searah (DC). Untuk mengubah AC menjadi DC, kita menggunakan rectifier. Namun, rectifier tidak sempurna sehingga selalu tersisa getaran kecil, atau yang disebut ripple, pada sinyal keluaran.
Metode berikut menjelaskan cara menghitung ripple DC dengan bantuan osiloskop, multimeter, dan data sheet rectifier.
Colokkan probe tegangan oscilloskop ke terminal output rectifier, dan probe lainnya ke ground. Amati tampilan ripple pada layar oscilloskop.
Tekan tombol print pada oscilloskop untuk mencetak tampilan.
Gunakan probe arus multimeter di output rectifier dan catat nilai arus (I) yang terbaca.
Hitung nilai frekuensi ripple (f) dari printout. Jika oscilloskop tidak menampilkan frekuensi, ukur periode (T) dan hitung f = 1/T. Kemudian ambil nilai kapasitansi (C) dari data sheet rectifier.
Hitung tegangan ripple puncak-ke-puncak (Vrpp) dengan rumus:
Vrpp = I × T / C (atau Vrpp = I / (C × f)).
Nilai Vrpp ini menunjukkan selisih antara tegangan terendah dan tertinggi pada waveform ripple.
Pseudocode adalah kerangka langkah-langkah yang digunakan untuk merancang program sebelum menulis kode sebenarnya. Tanpa aturan sintaks khusus, pseudocode harus cukup jelas agar siapa pun yang membacanya dapat memahami apa yang perlu dilakukan dan kapan. Langkah 1: Tentukan Sumber Input Tentukan ba
Kecepatan komputer biasanya diukur dengan jumlah operasi floating point per detik (FLOPS). Komputer kelas atas menggunakan satuan gigaFLOPS (milyar operasi), superkomputer diukur dalam teraFLOPS (triliun), dan beberapa mesin terkemuka mencapai petaFLOPS (kuadriliun). Untuk mengetahui posisi komputer
Salah satu cara menganalisis performa komputer adalah melihat berapa banyak memori yang digunakan. Windows memiliki aplikasi internal yang memberi tahu berapa memori terpasang dan berapa yang sedang digunakan. Dengan menggunakan Task Manager, Anda dapat menghitung berapa memori yang sedang dipakai,