Jaringan komputer
Melakukan flashing atau pembaruan BIOS pada komputer biasanya diperlukan untuk memperbaiki stabilitas sistem, menambah dukungan hard drive besar, atau mengaktifkan CPU lebih cepat. Banyak laptop tidak mengizinkan update BIOS jika baterai tidak terisi, sehingga proses tidak dapat dilakukan dari dalam Windows. Solusinya adalah mem-boot komputer ke sistem operasi terbatas (BIOS) dan menggunakan USB bootable. Berikut panduan lengkapnya.
1. Unduh file update BIOS dari situs resmi produsen dan simpan di lokasi yang mudah diakses.
2. Jika Anda menggunakan USB thumb drive, cadangkan data penting yang ada di dalamnya atau gunakan USB yang tidak terpakai.
3. Colokkan USB thumb drive ke port USB yang nyaman.
Gunakan Command Prompt (Admin) untuk mengubah USB menjadi partisi aktif dengan format NTFS.
1. Buka menu Start, ketik “CMD” di kotak pencarian, lalu tekan Ctrl + Shift + Enter agar terbuka sebagai administrator.
2. Jalankan perintah berikut satu per satu:
DISKPART List Disk Select Disk N (ganti N dengan nomor USB Anda) Clean Create Partition Primary Select Partition 1 Active Format FS=NTFS Exit
Catatan: Setelah “Exit”, jendela Command Prompt tidak perlu ditutup, cukup minimalkan.
Setelah USB sudah terformat, kita akan menyiapkan file booting (bootloader) untuk menyalakan sistem dari USB.
1. Masukkan DVD instalasi Windows (contoh: Windows 7 atau Vista) ke drive optik.
2. Tentukan huruf drive untuk USB dan DVD (misalnya USB = G:, DVD = D:).
3. Kembali ke jendela Command Prompt dan jalankan perintah berikut untuk menyalakan ulang (reboot) secara manual:
D: cd D:\boot bootsect /nt60 G:
Perintah di atas menyalakan ulang (boot) struktur pada USB sehingga dapat dipakai sebagai bootable NTFS.
Setelah USB bootable, salin file update BIOS (misalnya PHOENIX-2-3.EXE) ke USB. Pastikan file berada di root folder USB.
1. Reboot komputer dan tekan tombol F2 atau F12 (tergantung produsen) untuk masuk ke BIOS.
2. Pada menu “Boot Order”, pastikan opsi “Boot from USB Ports” diaktifkan.
3. Reboot kembali dengan USB terpasang. Sistem akan masuk ke menu “Command Prompt” (perintah run).
4. Jalankan file updater dengan menambahkan /forceit sebagai parameter akhir. Contoh:
PHOENIX-2-3.EXE /forceit
File updater akan mengeksekusi proses flashing BIOS.
Prosedur ini bekerja untuk Windows Vista dan Windows 7. Tidak berlaku untuk Windows XP.
Pengantar Flash drive adalah perangkat penyimpanan portable yang menawarkan kapasitas tinggi, biasanya mulai dari 32 MB hingga 2 GB atau lebih. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari langkah‑langkah sederhana untuk memanfaatkan flash drive, baik di PC maupun di Mac, serta beberapa tip agar data An
BIOS (Basic Input Output System) terletak di motherboard dan menyimpan instruksi dasar yang mengatur bagaimana komputer berkomunikasi dengan hardware serta perangkat lain. Jika Anda ingin menambahkan fitur baru, memperbaiki masalah stabilitas, atau mendukung teknologi terkini, Anda perlu memperbarui
Langkah 1: Colokkan Flash DriveMasukkan flash drive USB ke port USB di depan atau belakang komputer Anda. Tekan tombol Start lalu pilih My Computer (atau File Explorer). Nama flash drive akan muncul di bagian “Devices with Removable Storage”.Langkah 2: Cari Drive jika Tidak TampilJika flash drive ti